Archive for July, 2005

percakapan beberapa hari lalu

Sebuah janji, antara makan pagi di Jakarta dan makan siang di Yogyakarta

Sebuah janji pada tengah hari, janji dengan pengingat layanan pesan pendek

Janji yang terlambat 30 menit, bukan di sengaja.

Sebuah pertemuan tiga manusia

Sebuah pertemuan maya, bertemu meski tak bertatap

Dengan kata dan emoticon, berbagi rasa

"Kabar bahagia!" kataku.

dan kita bersuka bersama, tertawa diiringi canda

"Tidak terlalu baik!" katamu.

dan kita terdiam sejenak. mendengarmu meluapkannya dalam deret panjang alphabet. dan kita saling menguatkan dan mencoba mencari jalan keluar, bersama.

"Biasa saja!" katamu.

dan kamu bercerita dengan tenangmu. tentang keputusan itu, tentang keberangkatan itu, dan tentang harapan itu. harapan kita bersama.

Sukamu, sukaku, suka kita

Dukamu, dukaku, duka kita

Harapmu, harapku, harap kita 

Ya, kita memang sahabat!

Karena LuNa…

Kenapa Luna?

Karena seorang Luna Maya-kah?

Apa yang kurang dengan seorang kamu?

Demikian tanya seorang kawan lama.

Bukan. Bukan karena seorang Luna Maya, sergahku cepat. Meski dirinya cantik bukan kepalang menurut orang jamak, namun tak terlintas di benakku tuk mengidolakannya. Tidak, aku tidak mau disama-samakan dengannya. Kita punya kecantikan kita masing-masing ^^. Dan aku bahagia dengan keberadaanku, apa adanya aku… (Terima kasih, ya Tuhan Yesusku)

Luna,

hanya sebuah kata yang terkadang mencerminkan aku…

Luna mencintai matahari, yang tak pernah berhenti memancarkan cahaya hangatnya. Luna sayang pada matahari, kala matahari terik atau kala terlindung awan. Dan walau matahari menyenangi siang dan bukan malam, Luna tetap sayang.

Luna suka berada diantara bintang-bintang. Bintang-bintang yang selalu berkedap-kedip, sekali waktu gemerlap, sekali lain temaram. Bintang-bintang yang setia, selalu ada meski kerap tak terlihat.

Luna nyaman dekat dengan manusia. Melihat tingkah polahnya, tenggelam dalam suka dukanya. Luna menyukai hidup manusia, dengan segala warna-warni yang menggoresinya.

Luna… aku.