Siapa yang dapat tahan, sayang
Memandang sepasang bola matamu yang jenaka
Mengagumi bibir tipis merah jambumu kala terdiam, tersenyum dan tergelak
Aku tertawan oleh ketampanan dan keluguanmu
Ya, potongan demi potongan foto-fotomu mu memenuhi monitorku satu hari ini;
Datang berganti-ganti, menjadi slideshow dalam screensaver-ku;
menggemaskan, menarik kedua ujung bibirku hingga membentuk simpul senyum,
dan membuatku sesekali berseru, “Aku benar-benar mencintaimu!”
Betapa lihai kau menghiburku, sayang;
dalam muramku, dalam sedihku, dalam hampaku; hari ini
Ada damai jika mengingatmu.
Perasaan menjadi orang yang paling dibutuhkan di dunia ini, olehmu;
ketika kau melingkarkan kedua tangan kecilmu di leher ini; rangkulku dengan sangat erat. Erat sekali.
Ah, tante merindukanmu, sayang.
(00:16 a.m, 11 Juni 2006, kamar kost – hey, aku sudah 1 minggu menjadi anak kost! :D)
Comments(0)