hatimu, rumahku

Kamu bernyanyi lagi untukku; sebelum aku terlelap tadi malam.

Lamat-lamat kudengar suaramu dari telepon genggam di telingaku. Sudah lama tidak kudengar senandungmu. Suaramu memang tidak merdu-merdu amat, sahabat (huehehe. tapi lumayanlah dibandingin aku; atau seorang sahabat baik kita itu, hihihi! tetepp), tapi entah apa yang membuatku begitu merindukannya.. 

Telah letih langkahku dan terasa berat
cukup banyak kesalahan kubuat
dimimpiku ku dengar bunyi suaramu
yang memanggil ku pulang ke dalam hatimu
karena hanyalah hatimu
rumah terindahKu kan pulang tunggu aku didepan pintumu
cinta mu pada ku tuntun jalan ku

Telah letih jalan ku dan terasa berat
Ku kan pulang ke hatimu rumah terindah
Ku pulang ke hatimu
Rumah terindah

 

(shera, pulang ke hatimu, 9 naga)

Jarak. Mungkin sebentang jarak yang membuatku begitu merindukan hatimu; rumah terindahku.



2 Comments so far

  1.    akur on December 12th, 2008

    Jarak tak akan jadi kendala jika komunikasi lancar. Presiden dan rakyatnya akan baik jika ada komunikasi. Hanya sekarang komunikasi mereka gak baik. Apa-apa pokoknya salahnya komunikasi. Tapi mengapa jurusan komunikasi masih bukak terus ya?

  2.    thomas on December 12th, 2008

    jarak atau komunikasi yang jauh sangat memisahkan sekali meskipun ada tehknologi yang canggih tapi hubungan yang baik itu sangat baik..

Leave a Reply